subscribe: Posts | Comments

Meriahnya Tradisi Imlek dan Cap Go Meh di Pulau Kalimantan

0 comments

Cap Go Meh sebenarnya merupakan perayaan puncak Imlek pada hari ke-15 yang dirayakan masyarakat Tionghoa di seluruh Kalimantan Barat. Hanya saja, kemegahan acara ini sangat terasa di dua kota yakni Singkawang dan Pontianak. Tradisi ini sendiri sebenarnya berasal dari Tiongkok di mana orang-orang bersyukur atas hasil panen dan rezeki. Mereka juga berharap, agar pada musim berikutnya rezeki akan terus berlimpah ruah. Pada saat perayaan, biasanya akan digelar permainan barongsai yang berpadu dengan atraksi kungfu dan akrobatik.

Cap Go Meh di Pulau Kalimantan

Ada pula atraksi liukan tarian naga yang mengandalkan kekompakan para pemain yang jumlahnya dapat mencapai 15 orang. Akan tetapi dari semua atraksi, yang paling banyak ditunggu masyarakat adalah tatung. Tatung sebenarnya merupakan bagian dari prosesi penangkalan roh jahat agar tidak mengganggu dan memberikan kesialan di masa mendatang.

Tatung menjadi media untuk mengusir roh-roh jahat. Inilah simbol dan penanda di mana rohroh baik akan membuang pengaruh roh jahat. Tatung pula yang menjadi atraksi utama dalam setiap pagelaran Cap Go Meh. Tidak semua orang bisa melakoni tatung. Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa mempelajarinya. Kemampuan ini bahkan bisa datang sendiri karena dan biasanya di turunkan dalam satu garis keturunan. Sebelum menjadi mediator, tatung akan melakukan puasa selama tiga hari agar tubuhnya “bersih”. Sehari sebelum acara, juga akan ada seorang pendeta utama yang melakukan upacara bersih jalan. Dia membuka jalan bagi roh leluhur untuk datang dan merasuk ke dalam tatung. Roh-roh baik sengaja dipanggil karena dipercaya kekuatannya mampu melawan kekuatan roh jahat yang menggangu kehidupan dan keharmonisan bumi dan langit. Roh yang merasuk beragam.

Ada dewa-dewi dari kerajaan langit, panglima perang, hakim, sastrawan, sampai raja dan pangeran. Semua terlihat dari pakaian yang mereka gunakan. Satu rombongan tatung umumnya terdiri atas 3-4 orang. Biasanya, salah seorang tatung akan dirasuki pemimpin yang tertinggi, sedangkan yang lain dirasuki pengawal-pengawalnya. Contoh, jika satu dirasuki panglima perang maka tiga lainnya dirasuki pengawalnya. Ada beberapa tandu yang diarak. Biasanya satu tandu dinaiki, sedangkan tandu lain membawa simbol atau jimat.

Arak-arakan itu juga diikuti beberapa orang yang terus membakar dupa dan Dinamika RUTE MENUJU SINGKAWANG Singkawang merupakan kota pinggir laut yang menyimpan banyak lokasi wisata. Ada pantai pasir panjang, kelenteng surga neraka di Gunung Pasi, Pulau Simping yang merupakan pulau terkecil di dunia, pabrik mi kering, pabrik tahu dan pabrik keramik. Jangan lupa juga untuk mengeksplorasi kulinernya. Jika punya waktu lebih banyak, datanglah lebih awal 2-3 hari sebelum Cap Go Meh.

Untuk menuju Singkawang, sebelumnya kita harus melewati Pontianak terlebih dahulu. Wisatawan dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Batam dapat langsung memilih mengasapinya ke tubuh tatung untuk mejaga agar roh tetap ada. Beberapa orang lain juga bertugas memerciki air dan menghambur-hamburkan uang kertas khusus orang mati. Ada pula yang membawa panji kebesaran dan gerobak berisi tetabuhan. Semua sudah ada tugasnya. Tatung sendiri tidak hanya dari suku Tionghoa, tapi dari berbagai suku di Kalimantan Barat. Perayaan ini sudah menjadi akulturasi budaya yang sungguhbesar.

Sekaligus menjadi perayaan Cap Go Meh terkemuka di Asia Tenggara. Terbukti dari banyaknya turis lokal dan mancanegara yang jumlahnya terus melonjak setiap tahun. Diawali pemanggilan roh Di Kalimatan Barat, tradisi Cap Go Meh seakan sudah identik dengan Singkawang.

Singkawang atau San Keow Jung dalam bahasa Hakka, juga dijuluki kota seribu kelenteng lantaran terdapat banyak rumah ibadah itu di provinsi ini dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Jarak Pontianak ke Singkawang sekitar 140 km yang dapat ditempuh sekitar tiga jam.

Pada tahun itu (2017), ada sekitar 400 tatung yang dilibatkan. Mereka berparade dimulai dari pasar Hongkong lalu berakhir di tugu Naga yang menjadi salah satu landmark kota Singkawang. Pagi hari, mulai pukul 06.00 masing-masing tatung akan datang ke kelenteng-kelenteng yang jumlahnya ratusan di Singkawang. Mereka akan memohon persetuju- an dewa agar roh leluhur bisa dipanggil dan merasuk ke dalam tubuh mereka. Saya mengintip persiapan dari pagi sekali sebelum tatung kerasukan. Setiap kelenteng setidaknya mempersiapkan 3-4 tatung.

Sebelum berangkat menuju kelenteng banyak persiapan yang dilakukan. Tatung akan menggunakan pakaian sesuai dengan roh yang merasukinya. Kali itu saya mengikuti tiga tatung yang mengunakan baju panglima perang. Aksesoris pelengkap seperti mandau dan tombak juga sudah dipersiapkan, termasuk tandu untuk duduk para tatung. Tandu penuh senjata tajam.

Bangku dan pegangan dipenuhi dengan paku-paku tajam. Pijakan kaki dari pedang serta pegangan dari tombak yang juga tidak kalah tajam berkilau. Untuk menggambarkan asal kelenteng, terdapat panji-panji dan bendera di tandu. Bagian depan tandu sudah dipasang jimat yang diberi dupa. Asapnya yang menyeruak wangi mulai membangkitkan aura mistis. Dari jauh, tetabuhan berupa gendang dan simbal mulai terdengar. Dalam satu kelompok tatung, terdapat puluhan orang berseragam. Masing-masing memiliki tugasnya sendiri. Setiap tatung didampangi satu asisten yang mempersiapkan semua kebutuhan dan menjaga supaya tatung tidak melakukan tindakan yang membahayakan penonton.

Maklum, saat beratraksi nanti, konon mereka tidak sadarkan diri. Sesembahan dan sesajen juga tersimpan rapi ditas para asisten ini. Di dalam rombongan setiap orang punya tugas masing-masing. Ada yang membawa dan memikul tandu, membawa simbol dan bendera kebesaran, serta penjaga dan pengawal yang membuka jalan serta memastikan roh tetap ada dalam tatung. Setelah semua persiapan selesai, tatung akan diarak menuju kelenteng bersama dengan rombongan. Tetabuhan dimainkan tiada henti. Ritual dibuka dengan menyembah dewa dan dupayang dibakar semakin banyak. Tetabuhan dibunyikan semakin kencang. Nuansa mistis juga semakin terasa saat mantra dan air mulai terpercik dari tangan pendeta. Tatung pun mulai menggeram dan mengeluarkan teriakan memekik.

Bagian hitam bola matanya tampak mulai ke atas. Mereka berlari-larian, dengan tetap didampingi oleh asisten masing-masing. Bermacam sesajen mulai diberikan ke tatung dan mereka mulai memakannya. Seperti kuda lumping, mereka memakan apa saja yang diberikan. Mulai dari berbagai hasil bumi, bahkan hewan-hewan ternak dalam keadan hidup.

Setelah membaca ulasan diatas, sudah terbayangkan bagaimana serunya perayaan Cap Go Meh di Bumi Kalimantan ? Untuk menyaksikanya anda tidak perlu jauh-jauh datang kesana, anda bisa juga melihatnya melalui video Youtube, televisi atau yang lainya. Agar waktu anda lebih nyaman saat melihat televisi, pastikan perkakas genset sudah tersedia di rumah anda agar tidak terganggu dengan pemadaman listrik. Jika belum memilikinya, silahkan beli di toko jual mesin genset bali terdekat.